Kita Sebagai Murid


Pengantar tulisan mereka yang memperoleh dan yang mengamalkan lailatul al-qadr ini di maksud agar warga jamaah Lil-Muqorrobin secara benar memahami kebenaran ajaran Wasithah. Supaya di terapkan ajaran Wasithah itu dengan benar dan iklas. Supaya tidak terjerumus kepada perbuatan fasik karena masih sangat rentan mudah diperdayaoleh nafsu dan watak akunya.

Sumpah dan janji di hadapan Wasithah adalah semangatnya rasa jiwa hamba yang mencintai Tuhanya. Dan yang memperoleh izin (dari Allah)memahami maksud menerima lailatul al-qadar lalu dengan sungguh sungguh mengamalkan,adalah hamba yang di sucikan Allah.


Karna itu di jelaskan:
1. Beruntung dan berbahagialah orang yang mensucikan dirinya dari kotoran-kotoran penyakit hati. Dan celakalah orang yang measa suci(lau sumuci) karena di perbudak oleh watak nafsu., tergelincir ke lembah gelapnya kenistaan.
2. Belajar dan terus belajar bagaimana mengetrapkan Dawuh Guru(ajaran Wasithah) adalah sebuah keharusan bagi mereka yang benar-benar sadar sebagai murid.
3. Hindari cipta angan-angan yang menjadikan hati nurani,roh,dan rasa terbelengkai dalam kegelapan.
4. Dengan sesama murid(menyiapkan diri menjadi orang yang berkehendak bertemu dengan Tuhan), Bersatu padulah menjadi "Bala Sirrullah"

Siapa sajatidak berusaha dengan sebaik baiknya memenuhi semua ini, di mungkinkan menerimavonis: "sukakulapepisah ing ndalemnurakane". Sama artinya dengan hakekat halal bihalalyang di maksudkan maknanya fitrah dengan fitrah, bersih dengan bersih, kosong (tidak ada sama sekali res-res) dengan kosong, hanya menjadi kemunafikan.




Semoga Kita selalu memperoleh beberan, sawab, dan berkah pangestunya Wasithah. Amin.......


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

0 Response to "Kita Sebagai Murid"

Posting Komentar